Skip to main content

Posts

Featured

Telah Terlahir (kembali)...

Kini, aku tahu mengapa Adzan shubuh senantiasa membekas di hatiku. Aku tahu. Karena pagi ini adzan shubuh beriringan dengan jerit tangis pertama dari mulutmu. Barakallah, telah terlahir (kembali) aku untuk ketiga kalinya. Aku, kini menjadi seorang ibu…
Malam itu sekitar pukul 21.30, seperti ada dentuman di perutku. Aku terperanjat dan melompat dari tempat tidurku. Suamiku yang telah tertidur lelap, tiba-tiba ikut terhenyak. “Pecah ketuban?” katanya. Matanya tampak merah karena kantuk. “Entahlah.” Jawabku tak mengerti. Tak lama, air mengalir seperti urin yang tak tertahan. “Sepertinya iya.” Jawabku tenang.  Suamiku gegas melompat dari tempat tidurnya. Ia mengambil handphone dan menelpon bidan mengabarkan keadaanku. “Segera bawa kemari.” Hanya itu yang diucapkan oleh bidan tempat aku periksa detik-detik mendekati persalinan. Aku sendiri masih tenang mengganti pakaianku dan sempat menyetrika jilbab yang akan ku kenakan meski air ketuban tak henti merembes. Setelah suamiku mengeluarkan…

Latest Posts

Catatan Hati Ibu Hamil (Bukan CHSI)

Nila

Jingga

Rindu yang Tertafsir

Bongkahan Es

[Cerpen] Rindu tanpa Tafsir

Rindu tanpa Tafsir